Sepenggal perjalanan membentuk alumni EL-ITB

Saat kita masih kanak-kanak, bisa jadi kita tidak pernah memimpikan untuk kuliah di kampus Ganesha. Bahkan diantara kita ada yang tidak pernah mengira bakal menghabiskan sebagian waktu berharganya di kota Bandung. Tetapi ketika masa itu tiba, dari penjuru berbagai daerah kita datang, dari berbagai lapisan keluarga kita berangkat, dengan bangga kita memasuki gerbang kampus yang akan selalu melekat dalam ingatan kita. Sebuah pengalaman yang menyatukan kita dalam sebuah identitas yang sebelumnya tidak kita sandang.

Menjadi seorang mahasiswa, adalah sepenggal waktu yang mungkin sangat berat untuk kita jalani. Setelah kita diterima sebagai mahasiswa El-ITB, tidak banyak waktu senggang yang kita miliki. Kita mesti berjuang menyelesaikan tugas-tugas perkuliahan. Tugas-tugas ini dimulai dengan masa TPB. Sebagian untuk penyelarasan materi pelajaran semasa sekolah di SMA agar siap memasuki masa perkuliahan yang lebih berat. Dan itupun kadang belum cukup sebelum kita menyelasaikan MBC. Program yang penuh kenangan, tetapi berhasil membuat kita lebih mengenal jurusan elektro dan orang-orangnya.

Tugas-tugas laboratorium tidak membuat menjadi seorang mahasiswa lebih ringan. Banyak tugas-tugas yang mesti diselesaikan sebelum praktikum. Asisten siap bertanya dan memeriksa kesiapan kita. Dag dig dug rasanya, jika pertanyaan sulit belum bisa kita jawab. Tetapi banyak hal yang tidak lebih ringan, telah menjadikan kita lebih siap untuk mandiri. Apalagi bagi kita yang jauh merantau. Jauh dari orang tua. Beban ini kita bagi bersama teman-teman yang sama-sama merantau. Kita hidup di tempat kost atau kontrakan. Ada saja cerita lucu disana. Bibi yang tetap tabah melayani tingkah pola hidup sederhana ala mahasiswa. Jatah lauk yang benar-benar pas-pasan. Dan biarlah kelak akan selalu menjadi kenangan bersama. 

Untungnya kuliah di ITB memiliki banyak pilihan untuk aktif berorganisasi. Baik yang sifatnya keelektroan seperti HME, maupun yang sifatnya keagamaan, kesenian dan sosial. Dalam organisasi-organisasi inilah kita berlatih menjadi orang yang bisa mendengarkan. Menjadi orang-orang yang bisa berbagi dan bekerjasama dalam sebuah tim. Sebuah tim yang membuat kita bahu membahu saling mendukung, terlebih karena tim mahasiswa biasanya adalah sebuah tim dengan keterbatasan dana yang ada. Tetapi mahasiswa selalu punya semangat untuk mengatasi masalah yang satu ini. Jika dikenang bersama teman, tentu akan membuat kita tertawa tak habis-habisnya.

Masa-masa kuliah mulai terasa lebih ringan. Saat kita tingkat akhir. Tinggal menyelesaikan tugas akhir. Dimasa-masa ini, tiap angkatan akan melakukan kuliah kerja. Ini adalah saat yang menyenangkan, karena disamping belajar dengan melakukan kunjungan ke industri terkait, ini seperti acara piknik bersama sebegitu banyak teman angkatan kita. Sebuah momen yang sulit untuk kita ulang kembali.

Segala jerih payah kita saat kuliah terbayar saat kita dinyatakan lulus tugas akhir. Wisuda menjadi saat yang kita nantikan. Ibu-Bapak dan kerabat kita ajak untuk menyaksikan acara ini, berbagi kebahagian. Teman-teman atau adik-adik kelas yang belum diwisuda juga tidak lupa mengarak mereka yang sudah diwisuda. Wisuda adalah prosesi yang sangat khidmat dan sakral. Sebuah upacara yang menyimbolkan bahwa kita sudah selesai menimba ilmu dalam strata tertentu di elektro ITB. Ya kita lulus, maka pantas saja setelah keluar dari ruang wisuda, HME menyambut wisudawan-wisudawati, mengaraknya keliling kampus. 

Satu persatu teman kita bekerja ditempat yang sudah mereka pilih atau ada juga yang berusaha sendiri. Kadar kesuksesan relatif bagi masing-masing individu. Tetapi akan selau ada tempat yang menjadi kenangan yang akan selalu menyatukan kita. Saat kita menikah, ada saja teman alumni yang datang sekedar memberi selamat. Bahkan ada juga alumni yang punya anak alumni. Ada alumni angkatan 59  melahirkan seorang alumni angkatan 91. Sebuah alumni dari generasi ke generasi yang disatukan oleh sebuah ruang yang kita simpan dalam ingatan kita. Beberapa tahun, bahkan mungkin sudah 50 tahun waktu itu berlalu. Tetapi kenangan menjadi mahasiswa adalah sebuah kenangan yang rasanya baru seperti kemarin.  Kenangan yang berat menjadi kenangan manis kita. Kadang sampai terbahak-bahak kita membahasnya dengan seorang teman, bahkan sampai lupa usia kita sudah senja.

Ya, identitas Elektro ITB kita mulai saat kita diterima sebagai mahasiswa El-ITB. Baik sebagai mahasiswa S1, S2 maupun S3. Saat itu seperti baru kemarin terjadi. Tidak perduli dari mana kita memulainya. Entah karena cita-cita atau karena ikut-ikutan kakak kelas. Kadang tidak penting lagi, entah kita pernah diwisuda atau kurang beruntung tidak berhasil menyelesaikan pendidikan kita di EL-ITB. Sepenggal perjalanan ini telah menjadikan kita sebagai seorang alumni EL-ITB. Yang sadar sebagai bagian dari alumni kampus Ganesha yang akan bahu membahu berama alumni dan civitas akademika dari berbagai institusi pendidikan lainnya, membentuk harmoni untuk membangun masa depan yang lebih baik.

------------------